Pinkliamega's Blog

Archive for October 2010

Sekolah Bertaraf Internasional atau yang disingkat dengan SBI merupakan sebuah jenjang sekolah nasional di Indonesia dengan standar mutu internasional. SBI adalah sebuah upaya pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional agar memiliki daya saing dengan negara-negara maju lainnya. Icon SBI di mata masyarakat Indonesia tak bisa lepas dari bilingual, multi media dalam pembelajaran di kelas, dan berstandar internasional. Pengembangan SBI di Indonesia didasari oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat 3. Dalam ketentuan ini, pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional.

Seperti yang kita ketahui, semakin maraknya SBI, seakan berlomba-lomba untuk menyandang gelar sekolah “terhormat” ini. Masyarakat pastinya menganggap sekolah bertaraf internasional merupakan sekolah yang lebih berkualitas daripada sekolah yang bertaraf nasional dan juga lebih berpotensi bagi para siswanya. Para orangtua pasti menginginkan anak-anak mereka untuk bisa mendapatkan “kursi” di SBI. Selain dapat menyekolahkan anak-anak mereka di tempat yang dijamin berkualitas, para orangtua juga dapat meningkatkan prestige mereka di masyarakat.

Namun, tidak semua orangtua sanggup menyekolahkan anak-anak mereka ke SBI walaupun anak-anak mereka merupakan salah satu siswa yang pintar dan cerdas. Hal ini dikarenakan biaya yang dibutuhkan untuk mendaftarkan diri di SBI sangat mahal sehingga bagi para orangtua yang memiliki penghasilan rendah hanya bisa berangan-angan anak mereka bisa menjadi salah satu siswa di SBI. Biaya-biaya seperti uang gedung mahalya hampir menyaingi biaya untuk masuk kuliah, spp mahal tiap bulan, dan biaya-biaya lain, membuat para orangtua harus berpikir dua kali apabila ingin mendaftarkan anak mereka di SBI. Hal ini seakan-akan sekolah bertaraf internasional hanya diperuntukkan bagi para orangtua yang berkantong tebal, sedangkan para orangtua yang kurang mampu hanya bisa menghisap jari untuk menyekolahkan anaknya di sana.

Menurut berita oleh Metro News, Jumat (4/6), sejumlah wali murid sekolah menengah atas negeri yang berstatus sekolah bertaraf internasional di Kota Malang, Jawa Timur, beramai-ramai mengadukan mahalnya sumbangan biaya pengembangan pendidikan (SBPP) ke wali kota setempat. Wali Kota Malang Peni Suparto, Jumat (4/6), mengakui mendapat keluhan dari orangtua yang anaknya diterima di beberapa SMAN berstatus SBI melalui jalur mandiri. Keluhan terkait mahalnya SBPP yang mencapai 5 juta rupiah dan kebutuhan lain, seperti SPP, uang seragam, dan perlengkapan selama satu tahun yang mencapai 1-2 juta rupiah. Total biayanya sebesar 6-7 juta rupiah.

Bukti di atas seakan memberi kesan bahwa sekolah bertaraf internasional tidak hanya memberikan pengajaran yang bersetara internasional, tetapi biaya yang diperlukan juga bertarif internasional. Diharapkan kepada pemerintah untuk memberi kebijakan kepada sekolah-sekolah bertaraf internasional agar menekan biaya sekolah yang sangat tinggi dan lebih mengutamakan kualitas para siswa sehingga tidak hanya para orangtua yang berduit saja yang bisa menyekolahkan anaknya di sana, para siswa cerdas dan berbakat yang orangtuanya memiliki penghasilan yang tidak begitu tinggi pun bisa bersekolah di SBI.



  • None
  • pinkliamega: Hahahahaha,,,, begitulah.. Thanks udah dikasih komentar.. I appreciate that,, ^^
  • difa: hahaha....,g nyangka q, trnyata yoochun...
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories